Dalamkeadaan kunci kontak off, bukalah kap jok (tempat duduk) motor. Bukalah penutup lampu belakang dan penutup samping hingga terlihat sambungan tiga kabel dari soket lampu belakang. Carilah kabel yang terhubung dengan penyalaan lampu rem, caranya adalah dengan menggunakan AVO meter pada posisi DCV 50.
RangkaianLampu Kota (Tail Light) dan Cara Kerja Cara kerja lampu belakang (tail light) tipe terhubung tanpa relay : Ketika saklar kontrol lampu diputar satu kali ke posisi tail, maka arus dari + baterai akan mengalir melewati fusible link dan sekering, kemudian saklan kontrol lampu > lampu belakang > massa. Lampu belakang atau lampu kota menyala.
VIDEO: membuat sendiri led arus dc _ untuk sepeda motor - daftar komponen: led 3 volt _ _ _ _ _ _6 buah dioda 1 ampere _ _ 2 buah resistor 270 ohm _ 4 buah. VIDEO : lampu sein ( rangkaian dasar system sein ) - pendidikan dasar teknik sepedapendidikan dasar teknik sepedamotor.
BolaLampu Komponen pertama yang terdapat pada lampu sen ialah bola lampu. Pada bola lampu sen ini terdapat empat buah lampu. Dua lampu pada bagian depan kiri dan kanan. Sementara dua lainnya terletak pada bagian belakang, serta pada kiri dan kanan. Bola lampu pada lampu sen ini umumnya berwarna kuning dengan kekuatan daya yang dibilang kecil.
Lampurem pada sepeda motor biasanya digabung dengan lampu belakang. Maksudnya dalam satu bola lampu terdapat dua filamen, yaitu untuk lampu belakang dan lampu rem (lihat gambar 3.54 di bawah ini). Contoh rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor seperti terlihat di bawah ini: Gambar. Rangkaian sistem tanda belok dengan
FungsiDan Cara Kerja Lampu Depan Pada Sistem Penerangan Di Motor "Wajib Baca" Pada lampu depan filament yang berfungsi sebagai sumber penerangan dimana nyala lampu dari filament tersebut dipantulkan ke permukaan jalan secara langsung atau melalui kaca pantul dibagian belakangnya yang dapat memantulkan cahaya lampu ke sebuah lensa.
ji7T. Jalur Dan Rangkaian Flasher Motor – Jalur flasher pada motor adalah salah satu komponen penting pada sistem listrik motor. Mekanisme ini berfungsi untuk mengatur atau mengontrol penyaluran listrik ke lampu-lampu pada motor. Sebagai contoh seperti lampu sein atau lampu hazard. Rangkaian flasher pada motor terdiri dari beberapa kabel yang terhubung ke lampu depan, lampu belakang, lampu sein, dan sumber listrik. Jika terjadi masalah pada jalur flasher, seperti lampu tidak menyala atau tidak berkedip, dapat mempengaruhi keselamatan berkendara. Oleh karena itu dapat mengganggu penglihatan pengendara lain pada jalan. Penting untuk memahami bagaimana rangkaian flasher pada motor bekerja dan cara mengatasi masalah yang mungkin terjadi. Untuk menghindari kesalahan pemasangan kabel pada jalur flasher, sebaiknya periksa kembali panduan pemasangan kabel pada motor. Memastikan kabel-kabel pada jalur flasher terpasang dengan benar dan sesuai panduan. Jika terjadi masalah pada jalur flasher, sebaiknya diperiksa terlebih dahulu kondisi kabel pada jalur flasher. Memastikan tidak ada kabel yang putus atau terkelupas. Jika masalah masih terjadi, sebaiknya bawa motor ke bengkel resmi untuk diperiksa lebih lanjut oleh mekanik yang berpengalaman. Jalur flasher pada motor adalah jalur kabel yang menghubungkan alat pengatur lampu flasher dengan sumber listrik dan lampu-lampu pada motor. Alat pengatur lampu flasher pada motor berfungsi untuk mengatur atau mengontrol penyaluran listrik ke lampu-lampu pada motor, seperti lampu sein atau lampu hazard. Rangkaian flasher pada motor biasanya terdiri dari beberapa kabel yang terhubung ke lampu depan, lampu belakang, lampu sein, dan sumber listrik seperti baterai atau kumparan. Kabel-kabel pada jalur flasher ini terdiri dari kabel positif yang membawa arus listrik positif dan kabel negatif yang membawa arus listrik negatif. Kabel positif pada jalur flasher biasanya berwarna merah, sedangkan kabel negatif biasanya berwarna hitam atau putih hitam. Untuk menghindari kesalahan pemasangan, sebaiknya periksa kembali panduan pemasangan kabel pada motor dan pastikan kabel-kabel pada jalur flasher terpasang dengan benar dan sesuai panduan. Rangkaian Flasher Motor Rangkaian flasher pada motor adalah rangkaian listrik yang berfungsi untuk mengatur atau mengontrol penyaluran listrik ke lampu-lampu pada motor, seperti lampu sein atau lampu hazard. Pada rangkaian flasher motor terdiri dari beberapa komponen elektronik yang saling terhubung, antara lain Flasher unit. Komponen elektronik yang berfungsi untuk mengatur penyaluran listrik ke lampu-lampu pada motor sehingga lampu dapat berkedip. Lampu-lampu pada motor. Lampu depan, lampu belakang, dan lampu sein atau hazard yang terpasang pada motor. Saklar atau switch. Komponen elektronik yang berfungsi untuk mengatur pengoperasian lampu pada motor. Baterai atau kumparan. Sumber listrik pada motor yang digunakan untuk menyalakan lampu-lampu dan komponen elektronik lainnya pada motor. Rangkaian flasher pada motor bekerja dengan cara menghasilkan sinyal listrik yang berulang-ulang untuk mengontrol lampu-lampu pada motor agar dapat berkedip. Sinyal listrik tersebut dihasilkan oleh flasher unit dan kemudian diteruskan ke lampu-lampu pada motor melalui jalur kabel yang terhubung pada jalur flasher. Saklar atau switch pada motor digunakan untuk mengatur pengoperasian lampu pada motor, termasuk lampu sein atau hazard. Ketika saklar atau switch diaktifkan, sinyal listrik akan dihasilkan oleh flasher unit dan kemudian disalurkan ke lampu-lampu pada motor melalui jalur kabel yang terhubung pada jalur flasher. Cara Memperbaiki Jalur Flasher Motor Jalur flasher motor adalah kumpulan kabel yang terdapat pada motor yang digunakan untuk menghubungkan flasher atau alat pengatur lampu pada motor dengan sumber listrik dan lampu-lampu yang terpasang pada motor. Rangkaian flasher pada motor biasanya terdiri dari beberapa kabel yang terhubung ke lampu depan, lampu belakang, lampu sein, dan sumber listrik seperti baterai atau kumparan. Untuk melakukan perbaikan pada jalur flasher motor, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi letak dan fungsi dari masing-masing kabel yang terdapat pada jalur flasher. Kemudian, periksa kabel-kabel tersebut secara visual untuk memastikan tidak ada yang putus atau terkelupas. Jika ditemukan kabel yang rusak atau putus, segera ganti dengan kabel yang baru dan pastikan pemasangan kabel dilakukan dengan benar. Selain itu, periksa juga kondisi saklar atau switch pada motor yang digunakan untuk mengatur lampu-lampu. Jika saklar atau switch tersebut rusak atau tidak berfungsi dengan baik, segera ganti dengan yang baru. Pastikan juga hubungan kabel pada saklar atau switch sudah terpasang dengan benar. Jika semua langkah di atas telah dilakukan dan masalah masih belum teratasi, sebaiknya bawa motor ke bengkel resmi untuk diperiksa lebih lanjut oleh mekanik yang berpengalaman.
Suatu sistem yang tidak kalah pentingnya dalam sepeda motor adalah sistem penerangan. Sistem penerangan sangat diperlukan untuk keselamatan pengendaraan, khususnya di malam hari dan juga untuk memberi isyarat/tanda pada kendaraan lainnya. Sistem penerangan pada sepeda motor dibagi menjadi dua fungsi, yaitu; 1 sebagai penerangan illumination dan 2 sebagai pemberi isyarat/peringatan signalling/warning. Sistem penerangan sepeda motor terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut 1 Headlight lampu kepala/depan 2 Taillight lampu belakang dan Brakelight lampu rem 3 Turnsignals lampu sein/tanda belok 4 Rectifier regulator 5 Altenator 7 Relay 8 Kabel 9 Baterai Setiap sepeda motor dilengkapi dengan beberapa rangkaian sistem kelistrikan. Umumnya sebagai sumber listrik utama sering digunakan baterai, namun ada juga yang menggunakan flywheel magnet altenator yang menghasilkan arus bolak-balik atau AC alternating current. Tegangan listrik voltage dapat dinyatakan sebagai dorongan atau tenaga untuk memungkinkan terjadinya aliran arus listrik. Tegangan listrik dibedakan menjadi dua macam, yaitu a. Tegangan listrik searah DC/direct current b. Tegangan listrik bolak-balik AC/alternating current Tegangan listrik DC memungkinkan arus listrik hanya satu arah saja, yaitu dari titik satu ke titik lain dan nilai arus listrik yang mengalir adalah tetap. Sedangkan tegangan arus AC memungkinkan arus listrik mengalir dengan dua arah. Pada panel peraga yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tegangan searah DC sumber utama menggunakan baterai. 1. Lampu kepala / besar headlight Fungsi lampu kepala adalah untuk menerangi bagian depan dari sepeda motor saat dijalankan pada malam hari. Daya lampu kepala sekitar 25 watt. Selain kabel dan konektor sambungan, komponen-komponen sistem lampu kepala antara lain Sakelar lampu berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Pada umumnya sakelar lampu pada sepeda motor terdapat tiga posisi, yaitu; 1 posisi OFF posisi lampu dalam keadaan mati/tidak hidup; 2 posisi 1 pada posisi ini lampu yang hidup adalah lampu kota/jarak baik depan maupun belakang, dan 3 posisi 2 pada posisi ini lampu yang hidup adalah lampu kepala/besar dan lampu kota. b. Sakelar lampu kepala dimmer switch Sakelar lampu kepala berfungsi untuk memindahkan posisi lampu kepala dari posisi lampu dekat ke posisi lampu jauh atau sebaliknya. Posisi lampu dekat biasanya digunakan untuk saat berkendara dalam kota, sedangkan posisi lampu jauh digunakan saat berkendara ke luar kota selama tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan atau ada kendaraan lain dari arah berlawanan namun jaraknya masih cukup jauh dari kita. c. Bola lampu kepala beam Lampu kepala biasanya menggunakan low filament beam untuk posisi lampu dekat dan high filament beam untuk posisi lampu jauh. Penjelasan kapan saatnya menggunakan lampu dekat dan lampu jauh sudah dibahas pada bagian sakelar lampu kepala. Gambar Konstruksi bola lampu tungsten 2. Lampu belakang dan lampu rem tail light dan brake light Lampu belakang berfungsi memberikan isyarat jarak sepeda motor pada kendaraan lain yang berada di belakangnya ketika malam hari. Lampu belakang pada umumnya menyala bersama dengan lampu kecil yang berada di depan. Lampu ini sering disebut dengan lampu kota, bahkan kadang-kadang disebut lampu senja karena biasanya sudah mulai dinyalakan sebelum hari terlalu gelap. Untuk bagian depan disebut lampu jarak clereance light dan untuk bagian belakang disebut lampu belakang tail light. Sedangkan lampu rem berfungsi untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaraan di belakang yang mengikuti saat kendaraan mengerem Marsudi, 2010 112. Lampu rem pada sepeda motor biasanya digabung dengan lampu belakang. Maksudnya dalam satu bola lampu terdapat dua filamen, yaitu untuk lampu belakang dan lampu rem lihat gambar di bawah ini. Lampu yang menyalanya lebih redup diameter kawat filament-nya lebih kecil untuk lampu belakang dan lampu yang menyalanya lebih terang diameter kawat filament-nya lebih besar untuk lampu rem. Gambar Posisi bola lampu belakang dan rem Komponen-komponen untuk sistem lampu belakang selain kabel-kabel dan konektor antara lain a. Sakelar lampu rem depan front brake light switch Sakelar lampu rem depan berfungsi untuk .menghubungkan arus dari baterai ke lampu rem jika tuas/handel rem ditarik umumnya berada pada stang/kemudi sebelah kanan. Dengan menarik tuas rem tersebut, maka sistem rem bagian depan akan bekerja, oleh karena itu lampu rem harus menyala untuk memberikan isyarat/tanda bagi pengendara lainnya. b. Sakelar lampu rem belakang rear brake light switch Sakelar lampu rem belakang berfungsi untuk .menghubungkan arus dari baterai ke lampu rem jika pedal rem ditarik umumnya berada pada dudukan kaki sebelah kanan. Dengan menginjak pedal rem tersebut, maka sistem rem bagian belakang akan bekerja, oleh karena itu lampu rem harus menyala untuk memberikan isyarat/tanda bagi pengendara lainnya. c. Lampu rem dan dudukannya Lampu rem dan lampu belakang dipasang menjadi satu unit. Besarnya daya lampu rem sekitar 10 watt. Seperti terlihat pada gambar di atas, bola lampu belakang digabung langsung dengan bola lampu rem. Pemasangan bola lampu belakang biasanya disebut dengan tipe bayonent yaitu menempatkan bola lampu pada dudukannya, dimana posisi pasak pin pada bola lampu harus masuk pada alur yang berada pada dudukannya. 3. Lampu sein/tanda belok turn signals system Semua sepeda motor yang dipasarkan dilengkapi dengan sistem lampu tanda belok. Lampu sein pada kendaraan bermotor memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan standar produk. Fungsi lampu tanda belok adalah untuk memberikan isyarat pada kendaraan yang ada di depan, belakang ataupun di sisinya bahwa sepeda motor tersebut akan berbelok ke kiri atau kanan atau pindah jalur. Sistem tanda belok terdiri dari komponen utama, yaitu dua pasang lampu, sebuah flasher/turn signal relay, dan three-wayswitch sakelar lampu tanda belok tiga arah. Menurut Boentarto 1993 63 flasher berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik secara otomatis. Flasher tanda belok merupakan suatu alat yang menyebabkan lampu tanda belok mengedip secara interval/jarak waktu tertentu yaitu antara antara 60 dan 120 kali setiap menitnya Jama dkk, 2008 149. Cara kerja lampu sein pada saat Kunci kontak ON arus baterai mengalir ke terminal B/X pada flasher keluar Flasher lewat terminal L sakelar lampu tanda belok massa lampu tanda belok menyala berkedip. Gambar Rangkaian Lampu Sein kanan dan kiri Gambar Lampu Sein 4. Sekering fuse Sekering fuse berfungsi sebagai pembatas arus pengaman agar tidak terjadi kelebihan tegangan yang akan menyebabkan kerusakan pada setiap komponen sistem kelistrikan. 5. Relay Relay adalah saklar elektrik yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara elektrik. Cara kerjanya, bila dialiri arus listrik, kumparan akan menjadi magnet sehingga kontak poin tertarik dan terhubung. Gambar Relay dan rangkaian 6. Kabel Kabel konduktor yang dibungkus isolator yang berfungsi sebagai penghubung komponen-komponen semua yang berhubungan dengan sistem kelistrikan. Kabel dibedakan menurut ukuran diameter sesuai dengan penggunaannya dan kabel bermacam-macam warna dengan tujuan untuk memudahkan apabila dalam suatu rangkaian yang panjang. 7. Alternator Komponen alternator tipe ini terdiri dari sebuah lilitan kumparan pengisian, pengapian, penerangan, flywheel generator, flywheel rotor, stator, stator plate piringan stator, dan condenser kapasitor. Pada umumnya alternator pada kendaraan bermotor berbeda-beda, semakin banyak lilitannya maka semakin besar arus yang dihasilkan. Arus yang keluar dari kumparan ini yaitu 12 Volt dengan arus AC, yang kemudian menuju ke rectifier / regulator. Didalam rectifier / regulator arus yang semula AC diubah menjadi DC. Gambar Komponen Altenator 8. Rectifier/regulator Rectifier/regulator sendiri mempunyai fungsi untuk menyearahkan arus yang keluar dari alternator dan untuk menstabilkan arus yang keluar. Pada rectifier/regulator terdapat 4 terminal yaitu battery, lampu, pengisian dan massa. Biasanya untuk membedakannya yaitu pada warna kabel. Kabel warna merah yaitu baterai, warna putih yaitu pengisian, warna kuning yaitu lampu dan warna hijau yaitu massa. Gambar Rectifier/regulator Tabel Warna kabel rectifier / regulator Warna kabel Indikator Merah Battery Kuning Lampu Putih Pengisian 9. Baterai Baterai adalah suatu alat elektrokimia yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi kimia kelistrikan Daryanto, 2011 1. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang dikeluarkan bila diperlukan dan mensuplai ke masing-masing sistem kelistrikan atau alat yang memerlukannya. Umumnya baterai yang digunakan sebagai sumber tenaga pada kelistrikan otomotif yaitu mempunyai tegangan 12 volt. Baterai mempunyai 2 kutub yaitu positif + dan negatif -. Pada sitem penerangan sepeda motor ada beberapa diagnosa yang perlu diperhatikan. Di bawah ini tabel diagnosa sistem penerangan, Tabel Gejala lampu tidak dapat menyala Penyebab Cara perbaikan a. Hubungan kontak dari saklar penyalaan kurang baik b. Hubungan kontak terminal soket sakalar penyalaan kurang baik c. Hubungan terminal saklar magnetik kurang baik d. Kabel antara kunci kontak dan terminal saklar magnetik korsleting hubungan singkat e. Hubungan kabel baterai dengan masa tidak baik, kendor dan lain - lain f. Baterai lemah g. Hubungan plat kontak saklar magnetik terbakar atau kurang baik h. Lampu putus i. Sekring fuse putus j. Switch pada pedal rem belakang kendor Saklar penyalaan diganti Perbaiki sambungan terminal Perbaiki sambungan terminal Perbaiki atau ganti kabel Dibersihkan dan dikencangkan Di charge ulang Saklar magnetik diganti baru Ganti dengan sekring yang masih utuh Stel ulang pada switch Tabel Gejala lampu menyala tetapi redup/tidak terang Penyebab Cara perbaikan a. Baterai lemah b. Lilitan pada alternator terbakar c. Lampu sein tidak berkedip Dicharge ulang Perbaiki atau diganti dengan lilitan yang baru Perbaiki flasher
rangkaian lampu belakang motor