1 Mengurangi Stres. Tidak hanya baik untuk kesehatan fisik saja, manfaat latihan kebugaran jasmani juga sangat baik bagi kesehatan mental. Manfaat latihan kebugaran jasmani bisa mengurangi stress akibat berbagai permasalahan hidup yang muncul.. Memang tidak bisa menyelesaikan masalah, namun dengan olahraga ini setidaknya pikiran dan mentalmu lebih jernih dan siap untuk menyelesaikan masalah
Sebetulnyasemua jenis olahraga mampu meredakan stress. Sala satunya yaitu olahraga tinju itu sendiri. Latihan tinju membuat anda harus mempertahankan diri dan menyerang objek dengan tepat. Hal inilah yang membantu seseorang mampu mengurangi stress dan meningkatkan rasa senang, puas dan semangat.
Latihantersebut juga dapat meningkatkan kualitas tidur sehingga mampu menurunkan tingkat stres di hari berikutnya. Selain itu, orang yang rutin melakukan latihan kebugaran jasmani dapat mengurangi risiko gangguan mental dan mampu mengendalikan emosinya dengan baik. 5. Meningkatkan Energi
Manfaatpembinaan mental bagi atlet untuk aspek afektif, emosional yaitu melalui pembinaan : biofeed back, self sugestion, dan meditasi. Berikut 12 Manfaat Pembinaan Mental Bagi Atlet secara lengkap. 1. Mengontrol perhatian sehingga seorang atlet mampu berkonsentrasi / perhatian secara penuh pada titik tertentu atau sesuatu yang harus dilakukan. 2.
2 Regulasi Emosi dan Mindfulness a. Manfaat Regulasi Emosi. Regulasi emosi adalah kemampuan mengatur dan mengendalikan emosi untuk mencapai suatu tujuan. Penting bagi orang untuk mengatur emosi mereka karena membantu mereka merasa lebih mengendalikan hidup mereka dan menghindari beberapa konsekuensi negatif.
Samaseperti otot, otak juga membutuhkan latihan agar tetap muda dan fleksibel. Menunggang kuda membutuhkan kerja otak untuk dapat mengendalikan dengan baik. Saat dalam pertandingan ataupun di luar pertandingan, jika kita berhasil mengendalikan kuda dengan baik maka kita akan merasa senang dan puas. Itu dapat meningkatkan pikiran-pikiran positif.
Caramengendalikan emosi bisa membantu mengontrol ledakan emosi. Dengan cara mengendalikan emosi, mental jadi lebih tenang dan situasi dapat terkendali. Cara mengendalikan emosi bisa dilakukan
aTeM. Tak ada kehidupan yang lepas dari masalah. Setiap orang pastinya akan diuji dengan kondisi yang berbeda. Namun begitu, untuk menghadapi ujian hidup tentunya gak semudah membalikan telapak tangan. Kunci utama agar kamu bisa bertahan yakni dengan memupuk menjadi sosok penyabar itu sangatlah luar biasa. Tapi sayangnya, untuk menjalani kesabaran terbilang cukup sulit. Kamu harus mampu mengendalikan emosi dan berjiwa ikhlas. Jika kamu sanggup menjalani itu, percaya deh hidupmu akan terasa lebih berikut sederet manfaat yang bisa diperoleh bila kamu mampu mengontrol emosi. Simak yuk!1. Mengontrol emosi akan membantumu terhindar dari mengambil keputusan yang tidak apapun bersabar itu jauh lebih baik dibandingkan kamu bersikap tergesa-gesa. Gegabah dalam mengambil keputusan justru bisa membuatmu terjebak dalam langkah yang jika kamu sanggup menahan diri maka kamu akan memiliki kesempatan untuk berpikir lebih matang atau meminta masukan pada orang lain. Dengan begitu, keputusan yang kamu buat bisa lebih Suasana juga bakal adem bila kamu sanggup bersabar. Kamu pun bisa berpikir lebih jernih untuk menyelesaikan yang mendadak datang di hidupmu, terkadang memang bikin panik dan resah. Dengan kamu bersikap terlalu responsif atau bahkan marah-marah, maka efeknya hanya semakin memperkeruh deh sesekali kamu kontrol emosimu. Berusahalah untuk menenangkan diri. Setidaknya dengan kamu bersabar, keadaan bisa mejadi lebih kondusif dan adem. Dengan begitu, kamu pun juga dapat berpikir lebih jernih. 3. Yang lebih penting, menahan emosi dapat menjaga hatimu dari risiko stres serta bikin tubuhmu lebih ngambek, cemas berlebihan. Semua sikap tersebut adalah faktor pemicu stres yang seharusnya bisa kamu hindari. Sebisa mungkin, latilah dirimu agar dapat menjadi pribadi yang penyabar. Sabar itu tak hanya memberikan manfaat pada kesehatan mentalmu. Tapi juga menghindarkanmu dari penyakit degeneratif, seperti hipertensi dan gangguan dijelaskan dalam studi yang dilakukan oleh Laura Kubzansky dari Havard School of Public Health mengungkapkan jika kondisi emosi dan stres bisa mempengaruhi lonjakan hormon kortisol dalam tubuh, yang mana efeknya bisa membaut pembuluh darah jadi semakin kencang, tekanan darah naik dan detak jantung semakin cepat. Kondisi inilah yang kemudian meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Baca Juga Stay Cool Banget, 5 Zodiak Ini Tetap Kalem Meski Sedang Emosi 4. Menjadi pribadi penyabar juga membuatmu lebih bersyukur, sehingga hidup pun terasa andersonSabar memiliki kaitan erat dengan rasa syukur. Ketika kamu sanggup mengontrol emosi dan ikhlas menerima keadaan, maka hatimu pun akan lebih mudah akan menyadari bahwa sejatinya hidup ini gak akan lepas dari cobaan. Dan untuk melewatinya, kamu gak hanya butuh usaha tapi juga perlu belajar perlu marah atau iri dengan kehidupan orang lain. Bersikap legowo akan membuat hatimu terasa lebih damai serta Percayalah, buah dari kesabaran selalu indah. Keikhlasanmu tak akan berakhir FolgosiAt least, hal yang perlu kamu yakini bahwa buah kesabaran itu selalu berakhir indah. Percayalah, keikhlasanmu dalam menjalani ujian hidup tak akan pernah berakhir sia-sia. Sebab Tuhan telah menjajikan kebahagiaan bagi mereka yang sanggup bersabar, yakni orang-orang yang mampu menahan amarahnya. Lalu apa yang perlu dikhawatirkan?Sabar itu tak memiliki batasan, guys! Meski tampak sulit, sebenarnya kesabaran bisa mendatangkan nikmat itulah tadi sederet manfaat yang bisa diproleh bila kamu mau belajar mengontrol emosi. Semoga bermanfaat dan bisa membantumu jadi pribadi yang lebih penyabar. Baca Juga 7 Tanda Kematangan Emosional, Usia Tak Selamanya Menjamin Kedewasaan! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Terdengar sangat manusiawi ya kalau kita mencari sesuatu di luar diri kita untuk kemudian kita hubungkan dengan emosi yang ada dalam diri kita. Banyak orang menyalahkan orang lain atas harinya yang buruk, atau moodnya yang tidak yang lain, gampang bermuram durja ketika terjadi hal-hal buruk di luar prediksinya. Serta masih banyak kejadian lainnya. Padahal, fakta sebenarnya adalah, semua emosi yang ada dalam diri kita, solusinya gak perlu kita cari dari luar. Tapi justru kita sendirilah yang bisa menyembuhkannya. Ketika kita mampu mengendalikan emosi yang ada dalam diri, maka kehidupan kita akan berubah dan menjadi lebih baik. Gak percaya? Begini Mampu memutuskan bagaimana reaksi terhadap suatu keadaanunsplash/Siavash GanbariSeperti sudah dijelaskan sebelumnya, emosi datang dari dalam diri kita. Mengendalikannya memang gak semudah itu. Tapi, yang terpenting untuk dipahami adalah bahwa kita adalah pemilik dari diri kita kapanpun emosi negatif memenuhi pikiran dan diri kita, maka kita bisa memutuskan untuk mengekspresikannya atau Gak lagi menyalahkan orang lain atas hari yang buruk atau mood yang tidak stabilunsplash/Alex AlvarezOrang lain sama sekali tidak bisa mempengaruhi harimu. Kamu sendirilah yang sebenarnya membiarkan mereka merusak harimu. Kesedihan, kekecewaan, atau kemarahan sekalipun, tidak bisa ditransfer oleh orang lain kan? Kamu bisa tetap ceria dan menjalani hari dengan bahagia meskipun orang-orang bersikap tidak menyenangkan padamu. Ingat, kamulah yang punya kendali atas emosimu sendiri. Baca Juga 7 Tanda Kematangan Emosional, Usia Tak Selamanya Menjamin Kedewasaan! 3. Emosi negatif yang kita rasakan mampu kita kendalikan dan buang jauh-jauhunsplash/Fabrizio VerrecchiaKetika dipenuhi dengan berbagai emosi negatif, kita cenderung untuk menyalurkan emosi tersebut. Alhasil, cap buruk akan menempel pada kita. Bayangkan jika kita berhasil mengendalikan semua emosi tersebut dan membuangnya jauh-jauh. Akan ada banyak keuntungan yang kita Dengan menyadari betul bahwa kendali emosi ada di tangan kita, semua akan berjalan dengan lancarunsplash/ OfficialMisal, ketika kamu berada pada situasi yang genting, otomatis emosi pertama yang akan kamu rasakan adalah panik. Ya kan? Namun, kalau kamu bisa mendeteksi hal itu sebagai emosi negatif yang hanya akan memperburuk situasi, kamu akan mengambil emosi panik itu dan membuangnya ketika kepanikan sudah bisa kamu atasi, maka kamu akan berpikir lebih jernih dan bisa mencari solusi dengan lebih Bahkan di saat terburuk pun, kita tetap bisa melangkah menuju kesuksesanunsplash/NeONBRANDKemampuan mengendalikan diri dan emosi dengan baik ini akan membuat kita mampu menyelesaikan segala hal yang kita kerjakan dengan hasil yang luar biasa. Kita gak mudah terpengaruh dengan apapun hal-hal eksternal di sekitar kita. Sehingga pekerjaan lebih fokus, gak gampang mengeluh, dan kita juga masih bisa mengerjakan hal lainnya tanpa merasa terbebani. Mengendalikan emosi memang gak segampang kedengarannya. Kamu perlu memberikan waktu beberapa detik untuk menenangkan diri terutama di situasi yang genting atau saat amarah sedang meluap. Yang pasti, kamu harus menguasai dirimu sendiri dengan baik. Berlatih mengendalikan diri juga cukup disarankan lho. Siap mencoba? Baca Juga 5 Tips Mengendalikan Emosi di Kantor, Supaya Gak Bad Mood Seharian IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Satu Persen - Cara Mengendalikan Emosi dalam DiriDalam menjalani kehidupan, kita selalu hidup berbarengan dengan emosi. Baik yang bersifat positif maupun yang negatif, emosi pasti dan selalu ada dalam diri kita. Maka dari itu, emosi itu adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dan tentu saja, kita gak boleh abaikan emosi kita begitu Tapi Perseners udah pada paham gak nih emosi itu sebenarnya, apa? Rasa kesal? Atau rasa marah saja? Nope! Emosi itu bukan marah ya, Perseners! Emosi adalah perasaan intens yang dirasakan seseorang sebagai reaksi terhadap sesuatu atau seseorang. Emosi seseorang muncul gak hanya dipicu oleh hal-hal besar saja, melainkan juga oleh hal-hal kecil. Misalnya, kamu melihat kucing lucu di jalanan yang berjalan menghampirimu. Sebagai penyuka kucing, tentu saja kamu merasa bahagia, kan? Nah, disitulah saat emosi bahagia kamu muncul. cr emosi ada dalam setiap diri seseorang, gak semua orang tahu cara mengendalikan emosi, loh. Dan pada nyatanya, memang mengendalikan emosi itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Emosi memang merupakan suatu hal yang natural, tapi ternyata perlu suatu kemampuan untuk bisa menerapkan cara mengendalikan emosi yang tepat sesuai dengan kondisi diri. Kemampuan inilah yang disebut sebagai Manajemen Emosi’. Apalagi di masa-masa pandemi gini, emosi kita jadi gak karuan banget, deh. Pasti kamu merasakan hal seperti itu juga, kan? Nah, di sinilah peran manajemen emosi beraksi, jadi gak ada alasan kamu gak mau tahu tentang manajemen emosi, ya! Di sini, aku, Audra, Part-time Blog Writer Satu Persen bakal menjelaskan lebih rinci tentang manajemen emosi biar kamu bisa lebih paham dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Let’s check it out!Pengertian EmosiSebelum kita bahas apa itu manajemen emosi, kamu harus paham terlebih dahulu nih pengertian emosi yang sebenarnya. Rasanya gak afdal kalau kita bahas cara mengendalikan emosi, tanpa tahu dasar emosi terlebih Hank WeisingerEmosi dalam psikologi seringkali didefinisikan sebagai keadaan di mana seseorang merasakan perasaan yang kompleks, sehingga mengakibatkan perubahan fisik maupun psikologis terhadap dirinya sendiri. Perubahan-perubahan itu sangat mempengaruhi pikiran serta tindakan American Psychological Association APA, pengertian emosi sendiri merupakan pola reaksi yang kompleks, yang melibatkan elemen pengalaman, perilaku, dan fisiologis seseorang. Singkatnya, emosi adalah tentang bagaimana cara kamu menangani situasi yang kamu anggap signifikan secara 6 emosi dasar yang setidaknya harus kamu tahu, yaitu bahagia, sedih, takut, jijik, marah dan terkejut. Emosi dasar ini pertama kali diperkenalkan oleh Psikolog asal Amerika, Paul Ekman pada tahun 1970-an. Baca Juga Emosi Itu Bukan Marah! Mari Mengenal Emosi dari Aspek Ilmiah Apa itu Manajemen Emosi?Secara sederhana, Manajemen Emosi adalah metode atau cara mengendalikan emosi yang ada dalam diri seseorang. Manajemen emosi sendiri pada dasarnya merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, menerima, mengontrol dan mengekspresikan emosi. Jadi, sebenarnya gak cuman sekedar cara mengendalikan emosi saja ya, Perserners! Dengan memiliki kemampuan manajemen emosi yang baik, akan membantu kamu dalam mengelola situasi yang memicu munculnya emosi. Selain itu, kamu juga akan mampu menyesuaikan diri dengan segala informasi maupun motivasi yang didapatkan yang dapat men-trigger munculnya emosi. Gak hanya itu saja, manajemen emosi juga dapat membuat kamu jauh lebih mengenal diri sendiri karena bisa mengenali dan mengendalikan emosi yang ada dalam diri. Makanya, kamu wajib banget untuk menerapkan manajemen emosi! cr freepik1. Mengenal semua emosi yang ada dalam diriHal yang pertama kali harus kamu lakukan dalam menerapkan cara mengendalikan emosi dalam diri yang baik adalah mengenali semua emosi yang ada dalam diri kamu. Dengan mengenali emosi-emosi tersebut, kamu akan jadi tahu dan paham tentang bagaimana cara mengendalikannya dengan baik dan tepat. Kamu harus ingat kalau emosi yang ada dalam diri kamu itu adalah bagian dari kamu, yang pasti ada dan akan selalu ada. 2. Menerima semua emosi yang kamu rasakanMengenal semua emosi dalam diri saja itu gak cukup, kamu harus belajar menerima segala emosi yang kamu rasakan. Menerima berarti kamu membiarkan emosi yang kamu rasakan sesuai dengan apa adanya, tanpa mencoba untuk mengubahnya apalagi bahwa emosi adalah hal natural yang terjadi pada seseorang, sehingga kamu gak akan menghakimi diri apalagi mencoba membuang jauh-jauh emosi tersebut. 3. Kenali situasi sekitarMunculnya emosi itu dipicu oleh hal-hal yang ada sekitar kamu, baik oleh waktu, tempat ataupun situasi tertentu. Misalnya saat kamu sendirian berada di situasi keramaian, emosi yang biasanya kamu rasakan adalah emosi takut dan hal tersebut merupakan hal yang mengenali situasi sekitar kamu, kamu akan belajar dan mengerti kapan boleh membiarkan emosi keluar apa adanya dan kapan kamu harus menahan emosi Terus berlatihBisa menerapkan manajemen emosi gak bisa kamu lakukan secara instan, gak bisa cuman kamu terapkan sekali saja dan berekspektasi kamu langsung jago dalam mengendalikan emosi dari itu, perlu banget untuk kamu terus berlatih mengendalikan emosi kamu pada saat-saat tertentu. Dengan berlatih, kamu akan terbiasa dan bisa mengendalikan emosi kamu dengan baik dan juga Cara Mengontrol Emosi Regulasi Emosi Diri SendiriDalam belajar cara mengendalikan emosi, akan ada banyak tantangan yang akan kamu hadapi dan mungkin bakal sulit kalau kamu hadapi sendirian. Karenanya, kamu bisa coba mengomunikasikan masalahmu dengan ahlinya melalui layanan mentoring dan konseling dari Satu kamu merasa perlu dibimbing untuk mengelola emosi kamu oleh seorang mentor, layanan mentoring dari Satu Persen bisa jadi pilihan untuk kamu. Pastinya, kamu gak akan kesulitan lagi karena akan dibantu oleh mentor dan para ahli yang udah berpengalaman. Langsung aja klik banner di bawah ini, ya! Tapi, kalau kamu merasa permasalahan emosi kamu udah sampai pada tahap yang mengganggu, layanan konseling dari Satu Persen bakal cocok banget sama kamu. Aku menyarankan kamu mencoba tes konsultasi dulu supaya yakin mana layanan yang pas sesuai kondisi kamu. Buat referensi tambahan, kamu juga bisa banget nonton video YouTube Satu Persen di bawah ini biar kamu bisa mengendalikan emosi dengan Satu Persen - Tips Mengontrol EmosiAkhir kata, sekian dari aku. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa membantu kamu mengendalikan emosi ke depannya agar bisa menjalani jumpa di tulisanku selanjutnya!ReferensiCarminanti, L. 2021. Emotions, Emotion Management and Emotional Intelligence in the Workplace Healthcare Professionals' Experience in Emotionally-Charged Situations. Retrieved on December 15, 2021 from Frontiers Emotions, Emotion Management and Emotional Intelligence in the Workplace Healthcare Professionals' Experience in Emotionally-Charged Situations Sociology K. 2021. The 6 Types of Basic Emotions and Their Effect on Human Behavior. Retrieved on December 15, 2021 from The 6 Types of Basic Emotions C. 2020. How to Become the Boss of Your Emotions. Retrieved on December 15, 2021 from How to Control Your Emotions 11 Strategies to Try K. 2021. How Accepting Emotions Can Improve Emotional Health. Retrieved on December 15, 2021 from How Accepting Emotions Can Improve Emotional Health GambarWeisinger, H. 2017. Your Emotional Messages. Retrieved on December 15, 2021 from Your Emotional Messages - Hendrie Weisinger PhD
Jakarta - Olahraga merupakan aktivitas fisik yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Dengan berolahraga, tubuh menjadi sehat, bugar, dan lebih berenergi. Tak hanya bikin tubuh sehat dan bugar, olahraga juga bisa untuk mengontrol emosi. Tak bisa dimungkiri, setiap orang pasti pernah merasakan berbagai suasana hati, satu di antaranya marah. Lirik Lagu Part Of Your World - Halle Lirik Lagu Mimpi - Putri Ariani 40 Kata-Kata Sadar Diri Aku Tak Pantas Untukmu Rasa marah tersebut bisa disebabkan karena berbagai hal. Emosi tersebut yang terkadang akan merusak suasana yang ada. Itulah mengapa, sebisa mungkin untuk senantiasa bisa mengendalikan diri agar tak mudah marah atau emosi. Beragam cara bisa dilakukan untuk meredam amarah, seperti dengan olahraga. Ada beberapa jenis olahraga untuk mengontrol emosi marah yang bisa Anda coba. Berikut ini jenis-jenis olahraga untuk mengontrol emosi, dilansir dari Verywell Fit via Kamis 18/8/2022. Tinju Jenis olahraga untuk mengontrol emosi marah yang pertama adalah tinju. Tinju merupakan satu di antara latihan intensitas tinggi yang dapat membantu Anda melepaskan rasa amarah. Olahraga ini melibatkan kombinasi pukulan dan jab sehingga Anda bisa melampiaskan kemarahan dengan lebih positif. Selain berguna untuk mengelola emosi dengan baik, tinju juga membantu membakar kalori serta membentuk kekuatan tubuh secara efektif. Latihan Sirkuit Jenis olahraga untuk mengontrol emosi berikutnya adalah latihan sirkuit. Ini masih termasuk latihan intensitas tinggi yang dapat membantu Anda melepaskan energi saat marah. Latihan ini bisa Anda lakukan ketika kondisi emosional sedang tidak baik atau sering kali suasana hati buruk karena satu dan lain hal. Anda mungkin memerlukan beberapa peralatan untuk melakukan olahraga ini seperti dumbbell, kettlebell, atau resistance untuk Mengendalikan EmosiMenari Menari juga termasuk jenis olahraga untuk mengontrol emosi yang bisa dilakukan. Olahraga yang masuk dalam kelompok latihan intensitas tinggi ini membantu melepaskan energi dengan baik saat sedang marah. Anda juga bisa mengekspresikan diri melalui gerakan-gerakan tarian. Dengan begitu, emosi yang sedang dirasakan dapat lepas kemudian suasana hati akan terasa lebih baik. Lompat Tali Jenis olahraga untuk mengontrol emosi selanjutnya adalah lompat tali. Olahraga intensitas tinggi ini berguna untuk meningkatkan detak jantung dengan cepat dan membakar kalori tubuh secara efektif. Lompat tali juga membantu Anda melepaskan emosi dan suasana hati yang sedang buruk. Cukup menyediakan alat lompat tali yang sederhana, Anda bisa melakukan aktivitas untuk mengelola emosi dengan baik. Latihan ini juga membantu Anda mengelola kondisi stres dan menjaga keseimbangan mental dengan lebih untuk Mengendalikan EmosiYoga Jenis olahraga untuk mengontrol emosi juga bisa Anda lakukan dengan berbagai latihan yoga. Jenis olahraga yang satu ini melibatkan gerakan-gerakan lambat tapi dapat membantu membuat otot-otot tubuh rileks. Selain itu, yoga juga dilakukan dengan latihan pernapasan yang baik sehingga dapat membantu memperlambat detak jantung dan menenangkan pikiran. Dalam hal ini, terdapat beberapa jenis yoga yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut Hatha yoga jenis yoga yang melibatkan gerakan-gerakan lebih lambat dan lebih lembut. Yoga kekuatan dan yoga vinyasa jenis yoga yang melibatkan gerakan lebih cepat serta menawarkan latihan yang lebih intens. Bikram yoga jenis yoga ini dilakukan di ruangan yang memiliki pemanas. Yoga ini juga dapat menantang Anda untuk fokus pada postur tertentu selama kelas 90 menit. Olahraga untuk Mengendalikan EmosiMeditasi dan Tai Chi Meditasi juga termasuk jenis olahraga untuk mengontrol emosi. Dalam hal ini, Anda bisa mempraktikkan olahraga tai chi, yaitu seni bela diri dari China yang melibatkan gerakan mengalir dan serangkaian meditasi. Laju gerakan lambat yang dilakukan dapat membantu menenangkan emosi Anda dan menurunkan detak jantung saat Anda merasa sedang emosi dan marah. Kini terdapat beberapa kelas tai chi yang dilakukan secara online, Anda bisa mengikutinya dengan mudah tanpa harus masuk pada kelas khusus. Olahraga untuk Mengendalikan EmosiBejalan atau Mendaki Berjalan kaki merupakan satu di antara olahraga yang baik untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2. Selain itu, jalan kaki atau aktivitas mendaki juga sangat baik dilakukan untuk melepaskan amarah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa hanya satu kali berjalan hanya 10 menit dapat mengurangi permusuhan dan kemarahan pada orang dewasa muda, meskipun tidak pada tingkat yang signifikan secara statistik. Studi lain menunjukkan bahwa mencapai langkah per hari menghasilkan tingkat kemarahan yang dilaporkan lebih rendah, bersama dengan berkurangnya kecemasan, depresi, kelelahan, kebingungan, dan gangguan suasana hati. Tentu ini menjadi aktivitas olahraga yang murah dan mudah dilakukan. Sumber Asli Verywell Fit Disadur dari Reporter Ayu Isti Prabandari. Published 25/6/2021.
Apakah selama ini Parents melihat si kecil masih sulit mengendalikan emosinya? Bahkan Anda menilai kalau anak mudah marah, atau mudah sekali bersedih? Melatih anak untuk memiliki kecerdasan emosi memang tidak mudah. Namun, bukan berarti tidak bisa, lho! Penting untuk dipahami lebih dulu bahwa perkembangan emosi anak sebenarnya akan mengikuti perkembangan usianya. Artinya, kecerdasan emosi anak ini akan terus berkembang sesuai dengan bertambahnya usia anak. Sejak anak di masih bayi, remaja, hingga ia tumbuh beranjak dewasa. Jika kecerdasan emosi anak dilatih sejak dini, sikap anak mudah marah pun bisa dikendalikan, termasuk bisa lebih berempati dengan orang lain atau lingkungan sekitarnya. Ketika anak bisa mengendalikan emosinya. kelak mereka akan mampu mengelola konflik dan mengembangkan hubungan yang lebih dalam. Bahkan, ada penelitian yang menyatakan bahwa kesuksesan seseorang akan berkaitan erat dengan kecerdasan emosinya. Anak mudah marah karena tidak bisa kendalikan emosi, apa yang perlu dilakukan? Melatih agar anak memiliki kecerdasan emosi sebenarnya bisa dilakukan lewat beragam cara. Misalnya, sejak kecil anak perlu dilatih untuk mengenali emosinya sendiri. Saat anak merasa marah, kecewa, sedih, atau takut, mereka harus lebih dulu memahaminya. Kemudian, latih anak untuk menghadapi rasa tidak nyaman yang dirasakan. Perlahan, anak perlu dilatih untuk bisa mengelola emosinya sehingga ia pun akan bisa menyesuaikan antara emosi yang disampaikan dengan situasi yang sedang berlangsung. Langkah selanjutnya, jangan lupa untuk melatih anak untuk bisa memotivasi diri dan belajar untuk bisa lebih peka dengan perasaan orang lain. Jika langkah di atas masih terasa sulit dilakukan, melatih kecerdasan emosi anak sebenarnya juga bisa diasah dengan cara yang lebih mengasyikan, yaitu lewat permainan. Board game Karnaval Seru Adalah Karnaval Seru, sebuah board game yang saat ini bisa dimanfaatkan Parents untuk melatih kecerdasan emosi dan sosial anak. Permainan ini sendiri digagas oleh psikolog anak dari Klinik Psikologi dan Pusat Terapi Mentari Anakku dan Menthilis. Alasan mengapa Mentari Anakku dan Mesthilis berkolaborasi dan melahirkan’ permainan ini sebenarnya tidak hanya karena adanya kesadaran pentingnya melatih kecerdasan emosi, namun disebabkan selama ini masih belum ada permainan yang sifatnya melatih kecerdasan sosial dan emosional. Hal inilah yang disampaikan Firesta Farizal, Psikolog selaku Psikolog Anak dan Direktur Mentari Anakku saat ditemui dalam launcing Karnaval Seru di Workplay, Bintaro belum lama ini. “Sayangnya di Indonesia banyak sekali mainan yang sifatnya untuk kecedasan atau kemampuan kognitif anak. Misalnya, flash card memory atau permainan motorik seperti balok-balok, mukul-mukul. Nah, kami melihat kalau jarang sekali ada mainan yang menyentuh sosial emosional. Padahal di luar negeri sudah banyak banget.” Board game ini memang diharapkan bisa memudakan para orangtua untuk melatih kecerdasan emosi sosial anak. Baik Mentari Anakku dan Menthilis melihat bahwa melatih anak untuk bisa memperlihatkan ekspresi emosinya bukan hal yang mudah. Orangtua sering kali merasa bingung, mengenai hal apa saja yang harus dilakukan untuk membantu anak menjadi lebih cerdas secara emosi sosial. Artikel terkait Parents, ini caranya mengendalikan emosi anak sesuai tahapan usia Seperti apa board game Karnaval Seru ini? Board game Karnaval Seru ini bisa dimainkan 2 sampai 4 orang anak, dengan dampingan orangtua. Selain itu, permainan ini ditujukan untuk anak usia 5 hingga 9 tahun. Alasannya, pada usia ini anak-anak sudah lebih komunikatif, dan bisa dipancing’ untuk banyak bercerita. Cara bermainnya, sebenarnya tak berbeda jauh dengan board game ular tangga. Anak akan diminta untuk mengocok dadu, dan menjalankan bidak. Jika anak berhenti di warna merah, ia akan diminta untuk mengambil kartu merah dan mendapat tantangan untuk menjawab pertanyaan sesuai yang ada di kartu. Pertanyaan di dalam kartu inilah yang akan mengasah kecerdasan emosi sosial anak. Jika jawaban anak sudah bisa menggambarkan perasaan emosinya, ia pun berhak untuk mendapatkan atribut yang akan melengkapi si badut. Sementara jika anak berhenti di lingkaran putih, ia pun tetap mendapat tantangan. Namun bedanya tidak mengambil kartu, melainkan memutar sebuah bianglala untuk melihat kejutan’ atau bonus’ yang bisa didapatkan. Terkait dengan jawaban anak, sebenarnya tidak ada yang benar dan salah. Parents hanya perlu memancing’ dan mencoba memahami apakah ada kesulitan yang dirasakan oleh anak. “Selama jawaban anak bisa menggambarkan pikiran dan perasaannya tanpa merugikan orang lain, anak-anak bisa mendapatkan apresiasi. Jangan lupa pancing anak untuk bisa memilki jawaban yang varitif, melatih anak agar punya solusi dan belajar lebih asertif dalam menyampaikan pendapat,” ungkap Alia Mufida, M. Psi., Psikologi, psikolog anak Mentari Anakku. “Saat bermain, tanpa diduga orangtua juga bisa mendapat informasi yang sebelumnya tidak pernah didengar, lho,” ungkap psikolog yang kerap disapa Fida ini. Bagaimana? Tertarik untuk mengisi waktu bersama anak dengan bermain dan mengasah kecerdasan emosi sosial anak? Untuk mendapatkan board game ini, bisa langsung cek Instagram karnavalseru, ya! Baca juga 5 tanda anak memiliki kecerdasan emosional, si kecil sudah punya belum, Bun? Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
mampu mengendalikan permainan emosi adalah manfaat dari latihan